Penjelasan Energi Aura Dalam Tinjauan Al-Qur’an

Energi Aura Dalam Tinjauan Al-Qur’an – Memang pada bab-bab awal saya belum menjelaskan bahwa aura bisa beruah kea rah gelap dan terang. Sebab, perubahan seperti ini lebih condong pada sisi spiritualis manusia. Dengan kata lain, perubahan aura ke arah gelap atau terang ini berkaitan dengan perilaku baik dan buruk seseorang.

Hal ini sudah sejak lama dijelaskan Allah SWT dalam Firman-Nya (Al-Qur’an)

Aura Dalam Tinjauan Al-Qur’an

Aura sendiri memberikan informasi yang banyak tentang warna gelap dan terang ini, malahan perbedaan warna-warna pelangi aura sedikit sekali disinggung. Warna-warna pelangi aura menunjukkan perbedaan frekuensi. Sedangkan gelap terang memberikan informasi kejernihan dari berbagai “pengotor”.

Dengan demikian warna aura gelap diidentikan denegan kotoran dan kejahatan. Sedangkan warna aura terang diidentikkan dengan kemurnian dan kebaikan. Maka tak heran apabila Al-Qur’an selalu menggunakan istilah cahaya yang terang benderang untuk orang-orang yang beriman serta suka berbuat kebaikan, dan gelap untuk orang-orang kafir, munafik dan banyak berbuat dosa.

Mengenai kedua golongan ini, Allah SWT. Berfirman:

Ayat Tentang Aura Terang

“(Yaitu), pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), ‘Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surge yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Hadiid [57]: 12).

Ayat ini menjelaskan tentang aura terang bagi orang-orang yang beriman. Dalam ayat lain, Allah SWT, juga berfirman:

“Dan, orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kebinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka: mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus [10]: 27).

Ayat Tentang Aura Gelap.

Ayat ini menjelaskan tentang aura gelap orang-orang yang berbuat dosa. Allah SWT berfirman:

“Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan, orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 257).

Dari penjelasan energi aura dalam tinjauan Al-Qur’an ini, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa aura dapat digunakan untuk menjelaskan cahaya batin seseorang. Orang yang banyak berbuat baik, maka cahaya batinnya akan terang dan ini akan tampak pada aura mahkota (wajah).

Namun sebaliknya, orang yang banyak berbuat dosa, maka cahaya batinnya akan gelap gulita dan halal ini juga akan tampak pada wajahnya.