Mengenal Dan Memahami Penentu Kesuksesan Melalui Analisis Aura

Mengawali pembahasan analisis aura, baik faktor intelektual, emosional maupun spiritual, menyumbang maknanya masing-masing dalam kesuksesan seseorang.

Untuk mempermudah pemahaman dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Kecerdasan intelektual membantu Anda dalam menciptakan tujuan yang logis untuk dicapai dan merancang strategi yang taktis untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Kecerdasan emosional membantu Anda dalam mengolah emosi dan menyelaraskannya dengan akan sehat, terutama saat bertemu dengan masalah, sehingga Anda dapat mengatasinya dengan baik.
  • Kecerdasan Spiritual memainkan perannya dalam memaknai apa yang sesungguhnya ingin Anda capai, yang sedang Anda upayakan dan pada akhirnya apa yang telah Anda capai, sehingga semuanya menjadi bermakna bagi Anda.

Ingat! Keberhasilan saja tidak cukup untuk dibilang SUKSES, jika keberhasilan itu tidak mendatangkan makna bagi hidup Anda.

Bab ini akan menyoroti pada pembahasan beberapa cakra mayor dan warna aura yang terkait langsung dengan ketiga faktor utama penentu kesuksesan seseorang, yakni intelektual, emosi, dan spiritual.

  1. Faktor Intelektual dalam Analisis Aura

Faktor intelektual atau kemampuan berpikir seseorang dalam analisis aura utamanya dapat dilihat dalam cakra pusat atau mahkota. Cakra ini terletak di atas kepala (ubun-ubun).

Agar Anda mudah mengingatnya, analogikan saja bahwa ketika berpikir intelektual, Anda menggunakan otak yang berada di wilayah atas kepala. Lebih lanjut lagi, pengistilahan cakra mahkota dapat dipahami karena berpikir intelektual ini menjadi ‘mahkota’ manusia yang membedakannya dari mahkluk ciptaan lain.

  1. Faktor Emosi dalam Analisi Aura

Untuk faktor emosi seseorang, utamanya dapat dilihat pada cakra jantung yang letaknya ada di depan tengah dada.

Untuk mudah mengingatnya, bayangkan saja  jika bicara tentang emosi, sering diartikan juga sebagai perasaan. Ketika bicara tentang perasaan, secara awam merujuknya pada ‘hati’. Sebenarnya ada sedikit kebingungan dalam penggunaan bahasa.

Kata ‘hati’ dalam bahasa indonesia bermakna perasaan, berhubungan dengan bahasa Inggris ‘heat’ yang artinya jantung, merujuk pada organ jantung.

Tetapi kata ‘hati’ dalam bahasa indonesia juga berhubungan dengan lever (hepar). Dimana pun letak sebenarnya, yang pasti baik organ jantung maupun hari itu memang terletak di sekitar wilayah dada.

Dengan demikian, meski sebenarnya sumber perasaan adalah di otak juga, kita lebih sering merujuk perasaan bahagia atau sedih yang sedang dirasakan dengan memegang dada kita.

  1. Faktor Spiritual dalam Analisis Aura

Berbeda dengan faktor intelektual dan emosi yang utamanya dapat dilihat pada letak cakra tertentu, faktor spiritual ini justru lebih umum dikenali lewat warna aura.

Dalam hal ini, seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan menampilkan warna ungu pada hasil foto auranya.

Berdasarkan pengalaman penulis sebagai seorang konsultan aura selama ini, jika ditemukan adanya warna aura ungu pada salah satu cakra, seseorang sudah dapat dinyatakan memiliki kecerdasan spiritual.

Kaut lemahnya kecerdasan spiritual orang yang bersangkutan dapat dilihat dari intensitas warna ungu yang ditampilkan. Semakin kuat dan menyebar pada banyak cakra, maka semakin tinggi tingkat kecerdasan spiritualnya.